Hajer M'tırı
23 April 2018•Update: 23 April 2018
Hajer M'tiri
PARIS
Jurnalis foto asal Mesir Mahmoud Abu Zeid, atau yang lebih dikenal sebagai Shawkan, dianugerahi UNESCO/Guillermo Cano Press Freedom Prize 2018, pada Senin.
Lima tahun lalu Shawkan ditangkap di Kairo saat meliput unjuk rasa memprotes kepemimpinan mantan presiden Mohamed Morsi.
"Kami memberi penghargaan ini kepada Mahmoud Abu Zeid sebagai penghormatan atas keberanian, perlawanan, dan komitmennya terhadap kebebasan berekspresi," kata Maria Ressa, kepala juri media internasional profesional.
Setelah ditahan di penjara Mesir selama lebih dari empat tahun, Abu Zeid yang sekarang berusia 31 tahun, menghadapi kemungkinan hukuman mati.
Kelompok Kerja PBB untuk Penahanan Sewenang-wenang mengecam penangkapan, penahanan, dan pelanggaran hak, yang dijamin oleh Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia.
"Penghargaan akan diberikan pada 2 Mei bertepatan dengan Hari Kebebasan Pers Dunia, yang akan digelar di Ghana, dengan mengusung tema Melanggengkan Kekuasaan: Media, Keadilan dan Hukum," kata UNESCO dalam sebuah pernyataan.
Penghargaan yang dinamakan untuk mengenang Guillermo Cano Isaza, seorang jurnalis Kolombia yang dibunuh pada 1986 di depan kantor redaksinya di Bogota, mengakui individu, organisasi, atau lembaga yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi kebebasan pers, terutama dalam menghadapi bahaya ancaman.
Morsi, presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis, digulingkan dalam kudeta militer pada 2013. Sejak itu, otoritas Mesir telah melancarkan tindak kekerasan terhadap para pendukungnya dan kelompok Ikhwanul Muslimin, hingga menewaskan ratusan jiwa dan menempatkan ribuan orang di balik jeruji besi.