Rhany Chairunissa Rufinaldo
09 Mei 2019•Update: 10 Mei 2019
Busra Nur Bilgic
ANKARA
Uni Eropa meminta Iran untuk memenuhi komitmennya terhadap perjanjian nuklir dalam sebuah pernyataan bersama oleh Jerman, Prancis, dan Inggris yang dirilis pada Kamis.
"Kami tetap berkomitmen penuh untuk pelestarian dan implementasi JCPoA [Rencana Aksi Bersama yang Komprehensif], sebuah pencapaian utama arsitektur non-proliferasi nuklir global, yang merupakan kepentingan keamanan semua pihak," kata pernyataan itu.
Ketiga negara meminta Iran untuk memenuhi komitmennya dan menolak setiap ultimatum yang dikeluarkan negara itu, menambahkan bahwa mereka akan menilai kepatuhan Iran terhadap komitmen terkait nuklir di bawah JCPoA dan Perjanjian Non-Proliferasi.
Perjanjian penting antara Iran dan kelompok negara-negara P5 + 1 (lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Jerman) memberi Teheran keringanan besar-besaran dari sanksi internasional dengan imbalan pembatasan dan inspeksi ketat pada program nuklirnya.
Pada Rabu, Presiden Iran Hassan Rouhani mengancam akan meninggalkan perjanjian dalam 60 hari jika kepentingan Teheran tidak dilindungi.
Menurut kepala Badan Energi Atom Iran Ali Akbar Salehi, Iran juga siap untuk melanjutkan kegiatan pengayaan uraniumnya kapan pun diperlukan.
"Kami sangat mendesak Iran untuk terus melaksanakan komitmennya di bawah JCPoA secara penuh seperti yang telah dilakukan hingga saat ini dan untuk menahan diri dari langkah-langkah yang memicu eskalasi," kata pernyataan bersama itu.
Jerman, Prancis dan Inggris mengatakan mereka bertekad untuk melanjutkan perdagangan yang sah dengan Iran dan menyesalkan penerapan kembali sanksi oleh AS.
Tahun lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menarik negaranya dari perjanjian nuklir 2015.
Tak lama kemudian, Washington memberlakukan kembali sanksi ekonomi terhadap Iran yang menargetkan sektor energi dan perbankan negara itu.