Tarek Chouiref
15 September 2026•Update: 15 September 2026
Lebih dari 137.000 anak usia sekolah di Yaman mengalami gangguan serius terhadap pendidikan mereka akibat konflik yang masih berlangsung, kata Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) pada Senin.
UNICEF mengatakan tim tanggap daruratnya tengah mendirikan 20 ruang ramah anak dan ruang kelas sementara serta menyediakan layanan perlindungan bagi anak-anak yang terdampak.
"Anak-anak tidak seharusnya kehilangan masa depan mereka akibat konflik," kata UNICEF.
Badan PBB itu pada Jumat mengatakan pertempuran yang kembali meningkat telah memaksa sejumlah keluarga meninggalkan rumah mereka di Provinsi Taiz bagian barat dan distrik-distrik di sepanjang pesisir barat Yaman.
UNICEF bersama Dana Kependudukan PBB (UNFPA) dan Program Pangan Dunia (WFP) memberikan bantuan darurat kepada lebih dari 14.000 orang yang baru mengungsi akibat pertempuran tersebut.
Pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan kelompok Houthi meningkat sejak awal Juli, setelah situasi relatif tenang selama beberapa tahun.
Yaman dilanda perang sejak kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada 2014. Setahun kemudian, koalisi Arab pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.