Maria Elisa Hospita
04 Desember 2019•Update: 05 Desember 2019
Haydar Karaalp
BAGHDAD
Para pengunjuk rasa di Irak membakar konsulat Iran di selatan Kota Najaf untuk ketiga kalinya.
Sebelumnya, gedung konsulat dibakar pada 28 November dan 1 Desember.
Irak telah diguncang oleh gelombang protes sejak awal Oktober karena maraknya praktik korupsi dan kondisi ekonomi yang buruk.
Tuntutan para demonstran kemudian berubah menjadi seruan untuk membubarkan pemerintahan Perdana Menteri Adil Abdul-Mahdi.
Pada Minggu, Abdul-Mahdi mengirimkan mengirimkan surat pengunduran dirinya ke parlemen.
Menurut Komisi Hak Asasi Manusia Irak, setidaknya 346 warga Irak telah terbunuh dan 15.000 lainnya luka-luka sejak aksi protes dimulai pada 1 Oktober.
*Ditulis oleh Gozde Bayar