Maria Elisa Hospita
23 November 2018•Update: 23 November 2018
Said Ibicioglu, Ali Semerci
SANAA, Yaman
Utusan khusus PBB untuk Yaman bertemu dengan pemimpin Houthi Abdulmalik al-Houthi pada Kamis untuk membicarakan kembali perundingan damai bagi negara yang dilanda perang itu.
Lewat sebuah pernyataan, Mohammad Abdussalam, juru bicara pemberontak Houthi, mengatakan bahwa Martin Griffiths dari PBB turut hadir dalam pertemuan itu untuk membahas kondisi untuk gencatan senjata dan menawarkan perawatan medis dari luar negeri untuk kelompok Houthi.
Dalam pernyataan tersebut, Abdulmalik al-Houthi mendesak pembatasan ekonomi di daerah-daerah yang dikendalikan Houthi untuk diakhiri.
Mohammad Ali al-Houthi, kepala Komite Revolusioner Agung Houthi, mengapresiasi pertemuan itu.
Meskipun tak memberikan rincian pembicaraannya dengan Griffiths, tetapi dia merekomendasikan untuk menghidupkan kembali perundingan damai secara bertahap.
Jumat lalu, Griffiths mengumumkan bahwa kedua pihak dalam konflik telah sepakat untuk mengambil bagian dalam perundingan damai yang rencananya akan berlangsung di Swedia.
Yaman yang miskin masih didera kekerasan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara itu, termasuk ibu kota, Sanaa.
Konflik memanas pada 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Sunni-Arabnya melancarkan kampanye udara besar-besaran di Yaman untuk mengalahkan Houthi.
Puluhan ribu orang - termasuk penduduk sipil Yaman - diyakini tewas dalam konflik itu, yang juga telah menghancurkan sebagian besar infrastruktur dasar negara.