Maria Elisa Hospita
30 Oktober 2018•Update: 31 Oktober 2018
Hassan Isilow
JOHANNESBURG (AA) - Setelah video kontroversial milik menteri dalam negeri Afrika Selatan beredar luas di media sosial, Malusi Gigaba diminta untuk mengundurkan diri dari posisinya.
Pada Minggu, Gigaba telah meminta maaf terkait beredarnya video seksual miliknya. Dia mengatakan ponselnya telah diretas dan beberapa oknum telah meminta sejumlah uang darinya sebelum menyebarluaskannya.
“Saya memohon maaf kepada seluruh keluarga saya - terutama anak-anak, ibu, dan mertua saya - dan masyarakat Afrika Selatan yang dirugikan karena beredarnya video tersebut," kata Gigaba dalam sebuah pernyataan.
Meskipun telah meminta maaf, banyak warga Afrika Selatan mendesak pengunduran dirinya.
“Menteri telah mempermalukan dirinya dan pemerintah ANC yang berkuasa. Saya pikir dia harus mengundurkan diri,” kata Musa Azad, warga Johannesburg, kepada Anadolu Agency.
Profesor Andre Duvenhage dari Northwest University juga mengatakan bahwa jika skandal seperti itu terjadi di negara-negara Barat, maka Gigaba akan segera mundur dari jabatannya.
“Saya rasa menteri tidak akan mengundurkan diri, padahal itu adalah hal yang tepat untuk dilakukan. Dia membela dirinya sendiri dengan mengatakan video itu bukan untuk konsumsi publik," tandas Duvenhage.
Sementara itu, sejumlah orang menyatakan simpati karena konten video itu bersifat pribadi, sehingga tidak seharusnya digunakan untuk menghakimi.
“Mari bersikap adil. Apa yang dilakukan Menteri @mgigaba secara privat tanpa merugikan orang lain bukanlah urusan siapapun," cuit Thuli Madonsela, yang menjabat sebagai pelindung publik periode 2009-2016, di Twitter.
"Orang-orang yang harus bertanggung jawab adalah mereka yang menyebarluaskannya,” tambah dia.
Pada Senin, Inspektur Jenderal Intelijen Afrika Selatan menyatakan bahwa pihaknya sedang meninjau keluhan yang diajukan menteri terkait peretasan ponsel.