Michael Hernandez
WASHINGTON
Unjuk rasa kaum nasionalis kulit putih pendukung Neo-Nazi, Minggu, mendapat tentangan dari warga AS yang menunjukkan para pengunjuk rasa merupakan kaum minoritas.
Sekitar puluhan orang nasionalis kulit putih dan neo-Nazi yang datang ke ibu kota negara itu dicemooh ketika mereka keluar dari stasiun metro Foggy Bottom, di mana lebih dari seratus demonstran tandingan meneriakkan "Nazi sampah" dan retorika lain yang kadang-kadang eksplisit.
Puluhan polisi yang mengendarai sepeda motor dan sepeda, mengawal demonstran 'Unite the Right 2' berjalan sejauh tiga seperempat mil (1,2 kilometer) dari Foggy Bottom ke Gedung Putih di mana mereka berunjuk rasa di bawah penjagaan ketat.
Para petugas berupaya untuk memastikan bentrokan, yang terjadi setahun lalu di Charlottesville, Virginia, yang menciptakan citra buruk bagi kota tersebut, tidak terulang di Washington, D.C.
Seorang demonstran tandingan tewas di kota itu pada tahun 2017 ketika seorang nasionalis kulit putih menabrakan mobilnya ke kerumunan orang yang memprotes pertemuan anggota Ku Klux Klan, sayap kanan alternatif dan neo-Nazi. Beberapa orang juga terluka dalam bentrokan antara kelompok-kelompok tersebut.
Demonstrasi pada hari Minggu dan demonstrasi tandingan direncanakan untuk memperingati peristiwa itu.
Lebih dari seribu demonstran tandingan berkumpul di Lafayette Park, yang terletak di seberang mansion eksekutif, satu blok ke barat di 17th Street dan Pennsylvania Avenue, ketika sekelompok lebih dari 20 nasionalis kulit putih berkumpul di dekat Gedung Putih, dihalang dengan beberapa lapisan keamanan polisi.
Penyelenggara unjuk rasa 'Unite the Right 2' Jason Kessler mengatakan kepada segelintir orang yang bergabung dengannya pada hari Minggu bahwa "banyak orang kulit putih merasa dirugikan, karena mereka merasa negara mereka pada tahun 2018 adalah negara yang sangat, sangat berbeda dari negara mereka di tahun 1960, 1970, 1980".
Aksi protesnya terhenti ketika hujan turun pada Minggu malam, tetapi kerumunan besar di Lafayette Park tidak kekurangan kritik untuk Kessler dan rekan-rekannya selama sekitar dua jam yang mereka habiskan di depan Gedung Putih.
"Saya tidak bisa berdiri dan membiarkan Nazi bergerak di kota saya," kata Gentry Lane, seorang warga Washington berusia 49 tahun yang mengatakan kakek dan nenek dari pihak ibu dan ayahnya melarikan diri dari Nazi di Eropa selama Perang Dunia 2.
“Kakek dan nenek saya lari dari mereka, kakek nenek dari kedua pihak, jadi saya akan menjadi yang pertama di keluarga saya untuk membela mereka,” katanya.
Bagi Lane, kecilnya jumlah massa di seberang tembok pemisah adalah sesuatu yang membahagiakan.
"Aku bahagia," katanya. “Mereka tidak diinginkan di masyarakat ini. Mereka tidak diinginkan di sini.”
Lena Giri, penduduk Washington yang berusia 27 tahun juga bersukacita dalam acara "Unite the Right 2", mengatakan "ini sedikit memalukan bagi mereka".
"Saya bahkan tidak tahu mengapa mereka melakukan ini. Mereka seharusnya tinggal di rumah saja," katanya.
Kessler dan kelompoknya meninggalkan Gedung Putih mengendarai van putih dengan pengawalan polisi.
Beberapa pengunjuk rasa, sebagian besar dari kelompok Antifa yang secara rutin berpakaian serba hitam dari ujung kaki ke ujung kepala, mempermasalahkan tingkat keamanan yang diberikan polisi kepada nasionalis kulit putih.
Tetapi terlepas dari konfrontasi-konfrontasi kecil, sebagian besar demonstrasi pada hari Minggu itu berjalan damai meskipun terkadang tegang.
Presiden Donald Trump sedang tidak berada di Gedung Putih saat demonstrasi, melainkan di klub golfnya di New Jersey.
news_share_descriptionsubscription_contact



