Muhammad Abdullah Azzam
03 Juli 2018•Update: 03 Juli 2018
Muhammed Misto
ANKARA
Salah satu suku asal Manbij, Albu Shaban, menantikan masuknya tentara Turki di kota mereka untuk membersihkan wilayah mereka dari para teroris YPG/PKK yang telah menculik warga setempat dari rumah-rumahnya.
Dalam wawancara video dengan wartawan Anadolu Agency di kamp pengungsi di Hafsa, warga suku Albu Shaban mendukung keberadaan tentara Turki di wilayah mereka untuk memberantas organisasi terror YPG/PKK. Kamp Hafsa yang berada di Jarabulus ini merupakan kamp yang telah dibersihkan oleh tentara Turki dari organisasi teroris Daesh dalam Operasi Perisai Eufrat.
Dalam wawancara tersebut, suku Albu Shaban menyatakan keinginan mereka agar tentara Turki melakukan operasi militer di Manbij seperti di Afrin dan Idlib.
Mereka mengharapkan tentara Turki dapat membawa keamanan dan kestabilan di wilayah mereka. Mereka ingin agar militer Turki dapat memberantas teroris PKK/PYD di wilayah mereka dan agar rakyat mereka terlepas dari penindasan organisasi teroris tersebut.
Albu Shaban bukan suku pertama di wilayah tersebut yang menyatakan dukungannya terhadap militer Turki. Sementara itu, 90 persen rakyat Manbij merupakan warga Arab yang terdiri dari Suku Bakara, yang merupakan gabungan dari suku-suku terbesar wilayah tesebut; suku Albu Banna, suku Damalha dan suku Tay; sebelumnya juga telah menyatakan dukungan mereka terhadap pasukan Turki untuk membersihkan wilayah mereka dari teroris YPG/PKK.
Angkatan Bersenjata Turki memulai operasi pembersihan kelompok teroris YPG/PKK di wilayah tersebut sejak tanggal 18 Juni lalu.
YPG/PKK mengambil alih wilayah Manbij provinsi Aleppo dari tangan DAESH pada tahun 2016 lalu dengan bantuan Amerika Serikat.