Muhammad Nazarudin Latief
22 April 2019•Update: 22 April 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Warga Singapura disarankan menunda semua perjalanan tidak penting ke Sri Lanka, kata Kementerian Luar Negeri (Ministry of Foreign Affairs/MFA), Senin setelah serangan pada beberapa tempat di negara itu.
Serangan bom terhadap gereja-gereja dan hotel-hotel menewaskan 290 orang dan melukai sekitar 500 orang.
“Menyusul serangkaian serangan bom di Sri Lanka pada 21 April 2019, negara tersebut telah berada dalam siaga tinggi. Beberapa pemerintah asing juga telah memperingatkan warganya bahwa akan ada lebih banyak serangan, "kata MFA dalam sebuah travel advisory yang dimuat pada Channel News Asia, Senin.
"Mengingat situasi keamanan saat ini di sana, Singapura disarankan untuk menunda semua perjalanan yang tidak penting ke Sri Lanka."
Pemerintah meminta warga di Sri Lanka waspada dan memantau situasi secara cermat.
Warga Singapura diminta mengambil semua tindakan pencegahan keamanan yang diperlukan seperti memantau berita secara cermat dan mengindahkan instruksi dari otoritas setempat, kata MFA.
Mereka juga harus menghindari tempat-tempat umum, pertemuan besar, tetap berhubungan dengan keluarga dan teman-teman, serta mendaftar secara elektronik dengan MFA.