Rhany Chairunissa Rufinaldo
19 Februari 2020•Update: 19 Februari 2020
Elena Teslova
MOSKOW
Rusia melarang warga negara China memasuki wilayahnya mulai Kamis dan seterusnya.
Keputusan itu diambil sehubungan dengan meningkatnya jumlah kematian akibat wabah virus korona (Covid-19) di China, yang telah melampaui angka 2.000 pada Rabu.
Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin pada Selasa menandatangani perintah yang melarang penerbitan visa kerja, turis dan pelajar kepada warga negara China.
Warga China juga dilarang mengajukan visa sejak Rabu.
Namun, larangan ini tidak berlaku untuk para penumpang transit.
Awal bulan ini, Rusia menutup perbatasannya dengan China dan Mongolia, dan untuk sementara waktu melarang penerbitan visa kelompok, turis dan kerja kepada warga negara tirai bambu.
Moskow juga menempatkan Covid-19 dalam daftar penyakit yang sangat menular dan memungkinkan tindakan keras terhadap warga asing yang diduga terinfeksi, termasuk dengan melakukan karantina dan pengusiran.
Pada Rabu, Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan jumlah kematian akibat virus korona di negara itu mencapai 2.005 dan 136 kematian dilaporkan dalam 24 jam terakhir.
Lebih dari 75.000 kasus telah dikonfirmasi di China dan negara-negara lain, termasuk AS, Inggris, Singapura, Prancis, Rusia, Spanyol dan India.
Jumlah pasien yang menjalani pengawasan medis akibat virus itu telah melebihi 135.000 orang dan hampir 12.000 di antaranya dalam kondisi serius.
Sejumlah negara juga sudah mengevakuasi warganya dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, di mana virus itu pertama kali diidentifikasi.
Bulan lalu, WHO mendeklarasikan wabah virus korona sebagai darurat kesehatan global.