Maria Elisa Hospita
03 Desember 2019•Update: 04 Desember 2019
Hacer Baser
AL-HUDAYDAH, Yaman
Lebih dari 215 warga sipil tewas dan 2.152 lainnya terluka sejak gencatan senjata diberlakukan akhir tahun lalu di kota pelabuhan Al-Hudaydah.
Menurut Giants Brigades, milisi yang memerangi pemerintah Yaman, sebanyak 217 warga sipil - kebanyakan perempuan dan anak-anak - tewas karena pelanggaran gencatan senjata oleh pemberontak Houthi.
Gencatan senjata itu diperantarai PBB sejak 18 Desember 2018.
Milisi itu juga mengungkapkan bahwa penyebab kematian adalah serangan acak, ladang ranjau, dan bahan peledak yang ditanam di jalanan.
Giants Brigades menyalahkan PBB karena tidak mampu melindungi warga sipil dari serangan Houthi.
Desember tahun lalu, representatif pemerintah Yaman dan para pemimpin pemberontak Houthi mengadakan perundingan yang diperantarai PBB di Stockholm dan menghasilkan perjanjian gencatan senjata di Kota Al-Hudaydah.
Namun, hingga saat ini, pihak-pihak yang bertikai belum sepenuhnya menarik diri dari Al-Hudaydah.
Yaman telah dilanda konflik sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara, termasuk ibu kota, Sanaa.
Krisis meningkat setahun kemudian ketika koalisi militer pimpinan Saudi meluncurkan kampanye udara besar-besaran untuk mengalahkan Houthi.
Menurut PBB, sejak itu, puluhan ribu warga Yaman diyakini terbunuh dalam konflik tersebut, sementara 14 juta lainnya berisiko menderita kelaparan.
*Ditulis oleh Sena Guler