Rhany Chairunissa Rufinaldo
21 September 2018•Update: 21 September 2018
Ali Aweida
MAARIB, Yaman
Pemerintah Yaman mengecam perjanjian yang ditandatangani antara PBB dan kelompok pemberontak Houthi untuk mendirikan "jembatan udara" untuk transportasi pasien yang kritis.
Pada pertemuan di Riyadh antara Wakil Menteri Luar Negeri Yaman untuk Urusan Politik Mansour Bajash dan koordinator kemanusiaan PBB Liz Grande pada Kamis, Bajash menyatakan "kecewa" atas perjanjian tersebut.
"Pemerintah Yaman mengutuk penandatanganan Nota Kesepahaman PBB dengan Hisham Sharaf (menteri luar negeri dari pemerintahan yang dipimpin Houthi) yang menyerukan pendirian jembatan udara bagi pasien medis Yaman," kata kantor berita Yaman SABA yang mengutip Bajash pada pertemuan tersebut.
"Perjanjian ini bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB dan akan berdampak negatif terhadap hubungan baik antara pemerintah Yaman dan organisasi internasional," katanya.
Bajash menekankan bahwa pemerintah yang berbasis di Aden "tidak akan mengakui perjanjian".
Sementara Grande mengatakan bahwa PBB hanya mengakui pemerintah Yaman yang "sah", mengacu pada pemerintahan Presiden Abdrabbuh Mansur Hadi yang berbasis Aden.
Pada Sabtu, PBB menandatangani MoU dengan pejabat Houthi di Sanaa untuk menyediakan transportasi medis bagi pasien yang sakit kritis.