Muhammad Abdullah Azzam
25 Januari 2019•Update: 25 Januari 2019
Mohamad Misto, Selen Temizer
ANKARA
Milisi YPG/PKK di Deir-ez-Zor melontarkan tawaran akan memberikan “jaminan hidup” jika para anggota Daesh menyerahkan emas yang ada di tangan mereka.
Daesh pun menolak tawaran tersebut, sehingga bentrokan antara dua organisasi teroris tersebut di perbatasan Suriah-Irak tak terhindarkan.
Menurut laporan dari sumber-sumber lokal, pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) dan kelompok teroris YPG/PKK menghentikan serangan-serangan ke desa Bagoz yang terletak di timur Sungai Eufrat untuk melakukan negosiasi dengan Daesh.
Namun, Daesh tak mengabulkan persyaratan yang ditawarkan YPG/PKK itu.
Organisasi teroris YPG/PKK meminta Daesh menyerahkan emas batangan yang dicuri dari bank saat menduduki Mosul, tawaran tersebut diiringi dengan imbalan “jaminan hidup” evakuasi anggota Daesh yang terdesak di desa Bagoz.
Belakangan ini, organisasi teroris YPG/PKK mulai mengusir paksa warga yang hidup di tenda-tenda di wilayah pedesaan di timur Deir-ez-Zor, Suriah.
Milisi YPG/PKK menuding para warga tersebut sebagai anggota Daesh yang harus pergi meninggalkan wilayah tersebut.
Organisasi teroris itu mengancam akan membunuh para keluarga yang tidak pindah ke distrik Hol di provinsi Hasakah, samping perbatasan Irak.
Suku Arab mendominasi sekitar 70 persen populasi wilayah permukiman di sebelah timur Sungai Eufrat.
Organisasi YPG/PKK bertujuan untuk mengubah secara paksa struktur penduduk di wilayah tersebut.
Kelompok teroris itu memindahkan paksa warga sipil yang terdiri dari suku Arab, Suryani, Kurdi, dan Turkmen.
Selain itu, YPG/PKK juga menghadang para warga yang hendak kembali ke kampung halaman mereka yang telah ditinggalkan oleh Daesh di Raqqa dan Deir-ez-Zor.
Menurut laporan dari Dewan Tinggi Suku-Suku dan Kabilah di Suriah, sejauh ini YPG/PKK telah memindahkan paksa 1 juta 700 ribu orang dari tempat tinggalnya.