Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III akan lebih baik dari kuartal sebelumnya.
Pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pada 2017 berpotensi lebih tinggi dari perkiraan semula dengan tetap dalam kisaran 5,0-5,4 persen dan akan meningkat menjadi antara 5,1-5,5 persen pada tahun 2018.
Perkiraan perbaikan ekonomi didukung oleh ekspansi fiskal dan pelonggaran kebijakan moneter, sebagaimana disampaikan oleh Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Agusman, Kamis.
Perbaikan ekonomi pada kuartal III menurut dia ditopang oleh penyaluran gaji ketiga belas PNS dan penyaluran bantuan sosial serta realisasi belanja barang pemerintah yang tinggi.
Investasi juga diperkirakan akan terus membaik karena didukung oleh investasi bangunan yang tumbuh cukup tinggi serta investasi nonbangunan yang juga membaik.
Perbaikan ini tercermin dari meningkatnya penjualan alat-alat berat untuk sektor pertambangan dan perkebunan serta meningkatnya impor mesin-mesin dan perlengkapan untuk keperluan industri pengolahan.
“Sejalan dengan perbaikan ekonomi global, ekspor juga diperkirakan membaik terutama pada produk tambang dan perkebunan,” tambah dia.
Secara sektoral, Agusman juga menjelaskan pertumbuhan ekonomi juga akan ditopang oleh sektor perdagangan, hotel, dan restoran serta sektor industri pengolahan.
Lebih lanjut, Agusman mengatakan stabilitas sistem keuangan juga tetap terjaga didukung oleh ketahanan industri perbankan dan pasar keuangan yang kuat. Stabilitas yang terjaga tersebut terlihat dari rasio kecukupan modal (CAR) perbankan yang cukup tinggi pada level 23,1 persen.
Rasio likuiditas yang berada pada level 23,4 persen pada bulan Agustus juga mencerminkan stabilitas sistem keuangan Indonesia.
“Di bulan yang sama rasio kredit bermasalah berada pada level 3 persen gross dan 1,4 persen nett,” tambah dia.
Namun, pertumbuhan kredit pada Agustus ujar dia tercatat masih rendah di level 8,3 persen year on year. Pertumbuhan tersebut sedikit membaik dari bulan sebelumnya 8,2 persen year on year. Sementara itu, pertumbuhan dana pihak ketiga tercatat 9,6 persen year on year dari bulan sebelumnya 9,7 persen year on year.
“Pertumbuhannya sedikit turun dari bulan sebelumnya,” jelas dia.
Agusman mengatakan, ke depannya intermediasi perbankan diperkirakan membaik seiring dengan berlanjutnya dampak penurunan suku bunga acuan dan pelonggaran kebijakan makroprudensial yang dilakukan sebelumnya oleh BI serta kemajuan dalam konsolidasi perbankan dan korporasi.
“Selain itu, pembiayaan perekonomian melalui pasar modal diharapkan juga semakin membaik sejalan dengan langkah-langkah pendalaman pasar keuangan,” tambah Agusman.
BI bersama otoritas terkait akan terus berkoordinasi untuk memastikan stabilitas sistem keuangan dapat tetap terjaga guna mendukung momentum pemulihan ekonomi.
news_share_descriptionsubscription_contact
