Ovunc Kutlu
24 Maret 2018•Update: 25 Maret 2018
Ovunc Kutlu
NEW YORK
Harga minyak mentah tercatat menunjukkan kenaikan mingguan terbesar dalam delapan bulan, seiring meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah yang kembali mengancam keamanan.
Lembaga internasional Brent menyebutkan harga minyak mentah naik 6,6 persen pekan ini, yang sempat menyentuh angka USD 70,58 per barel pada Jumat.
Lembaga Amerika West Texas Intermediate (WTI) mencatat kenaikan 5,7 persen pekan ini, naik menjadi USD 66 per barel.
Kedua lembaga itu mencatatkan level tertinggi sejak 29 Januari, juga mencatat kenaikan mingguan terbaik sejak pekan terakhir Juli 2017.
Harga minyak memperoleh momentum setelah investor melihat kemungkinan AS menarik diri dari perjanjian nuklir Iran, dan meningkatnya kekhawatiran potensi bangkitnya ketegangan antara Iran dan Arab Saudi.
Presiden AS Donald Trump pekan ini mengisyaratkan bahwa ia masih mempertimbangkan penarikan AS dari kesepakatan nuklir. Ini bisa membatasi kemampuan Teheran untuk mengekspor minyak mentah dan produk minyak ke pasar global.
Selain itu, AS telah meningkatkan penjualan senjata ke Arab Saudi, saingan regional Iran. Meningkatnya ketegangan antara kedua negara tersebut berdampak pada gangguan pasokan apapun dari Timur Tengah yang mengancam pasar minyak global
Sementara itu, Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan pada Kamis bahwa OPEC dan beberapa negara non-OPEC, termasuk Rusia, harus melanjutkan perjanjian pembatasan produksi minyak mereka pada 2019, yang secara resmi berakhir akhir tahun ini.