Nicky Aulia Widadio
28 Agustus 2019•Update: 29 Agustus 2019
JAKARTA
Indonesia dan Negara Teluk sepakat memperkuat kerja sama ekonomi.
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Sekretaris Gulf Cooperation Council of the Arab States (GCC) Abdul Latif bin Rashid Al Zayani menandatangani nota kesepahaman mengenai mekanisme konsultasi antara kedua pihak di Jakarta pada Rabu.
Penandatanganan ini juga disaksikan oleh duta besar dari Negara Teluk yakni Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain dan Oman.
Konsultasi antara kedua pihak, menurut Retno, nantinya akan berbuah platform kerja sama yang bisa dikembangkan.
Indonesia telah mengusulkan bentuk kerja sama dagang seperti free trade agreement (FTA) atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) kepada GCC.
Pihak GCC, lanjut Retno, menyetujui usulan feasibility studies terkait pembentukan wadah kerja sama itu.
“Kita nanti bisa tentukan dalam bentuk FTA atau CEPA. Kalau CEPA berarti lebih komprehensif, dari hitungan pengalaman waktu yang diperlukan untuk negosiasi juga semakin lama,” kata Retno di Jakarta, Rabu.
Indonesia berpandangan masih banyak potensi perdagangan yang bisa dikembangkan dengan GCC. Apalagi nilai perdagangan Indonesia-GCC meningkat dalam dua tahun terakhir.
Hal ini penting untuk meningkatkan akses perdagangan, penurunan hambatan kerja sama ekonomi, dan padamendorong peningkatan investasi langsung negara-negara Teluk di Indonesia.
Perdagangan Indonesia dengan GCC meningkat sebesar 40 persen pada USD12,15 miliar pada 2018, dari sebelumnya USD8,68 miliar pada 2016.
Selain itu, total investasi negara Teluk di Indonesia meningkat 26 persen dari USD60,3 juta pada 2016 menjadi USD76,1 juta pada 2018.
“Kita melihat ruangan untuk meningkatkan itu masih cukup banyak, oleh sebab itu kita tingkatkan baik perdagangannya maupun investasi-investasi di kita sehingga perlu satu platform,” tutur Retno.
Indonesia juga akan menjadi tuan rumah dari pertemuan terkait produk halal pada tahun depan.
“Kita minta dalam persiapannya kita juga melakukan kerja sama dengan GCC dan ini juga ditanggapi secara baik,” lanjut Retno.