İqbal Musyaffa
15 November 2018•Update: 15 November 2018
Iqbal Musyaffa
SINGAPURA
Presiden Joko Widodo menyampaikan pernyataan atas nama ASEAN mengenai perkembangan kerja sama negara-negara Asia Tenggara dengan Rusia pada pertemuan ASEAN-Rusia di Singapura, Rabu.
“Pertemuan kita pada hari ini menandai peningkatan hubungan ASEAN-Rusia menjadi mitra strategis,” ujar Presiden.
Melalui kemitraan tersebut, Presiden mengatakan di masa mendatang ASEAN dan Rusia perlu untuk semakin meningkatkan kerja sama.
Kerja sama tersebut, menurut dia, antara lain menyelesaikan seluruh program kerja yang telah tertuang dalam Rencana Aksi ASEAN-Rusia 2016-2020, memperkuat komunikasi, koordinasi, dan konsultasi ASEAN-Rusia pada berbagai tingkatan, serta menjadi solusi bagi berbagai masalah dunia.
Presiden mengungkap bahwa perdagangan ASEAN dan Rusia pada tahun 2017 lalu meningkat hingga hampir 40 persen. Volume perdagangan tersebut mencapai angka USD16,7 miliar sementara nilai investasi di ASEAN mencapai USD40 juta.
"Namun, kita perlu terus berupaya meningkatkan nilai perdagangan dan investasi tersebut dengan memanfaatkan berbagai potensi kerja sama ekonomi yang ada dan mendorong interaksi para pengusaha," imbuh dia.
ASEAN juga mendorong peningkatan kerja sama seperti halnya di bidang penanganan bencana, pendidikan, budaya, pemuda, pariwisata, dan kesehatan.
Khusus di bidang penanganan bencana, Presiden Jokowi meminta agar kesepakatan ASEAN dan Rusia untuk segera diselesaikan.
"Dalam kaitan itu, kita perlu mendorong finalisasi Kesepakatan ASEAN-Rusia dalam penanganan bencana, segera," Presiden menekankan.
Kemudian terkait penyelesaian masalah terkait keamanan dan stabilitas di sejumlah kawasan, Presiden menyinggung soal perkembangan terkini dari proses perdamaian di Semenanjung Korea.
Namun, di sisi lain permasalahan terkait Palestina dan Suriah juga masih terus bergejolak. Oleh karenanya, Presiden menegaskan perlu kerja sama aktif dari ASEAN dan juga negara-negara mitra untuk dapat berkontribusi dalam penyelesaian masalah-masalah itu.
"Untuk itu saya berkeyakinan bahwa kemitraan ASEAN-Rusia dapat berkontribusi bagi penyelesaian masalah di kawasan dan global," ucap Jokowi, panggilan akrab Presiden.
Pada kesempatan tersebut, selaku pemimpin pemerintahan Indonesia, Presiden Jokowi menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan bantuan yang diberikan Rusia dan negara-negara ASEAN lainnya atas musibah bencana yang melanda Indonesia.
Sebagaimana diketahui, setelah bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah baru-baru ini, sejumlah negara sahabat memberikan bantuannya bagi Indonesia.
"Solidaritas Anda membantu rakyat kami bangkit dengan harapan baru," tandas Presiden.