11 Juli 2017•Update: 11 Juli 2017
Muhammad Latief
JAKARTA
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan bahwa Indonesia pernah selama puluhan tahun - terutama dua dekade terakhir - menjalankan manajemen kelautan yang salah. Akibatnya, wilayah perairan Indonesia menjadi tempat ribuan kapal-kapal asing mencuri ikan secara ilegal.
“Ini berdampak pada menurunnya stok ikan menjadi 6,5 juta ton dalam dua dekade terakhir,” ujar Susi.
Susi mengklaim, kebijakannya soal perikanan terutama penangkapan dan penenggelaman kapal-kapal ikan ilegal, membawa dampak positif terhadap peningkatan stok ikan. Kini, pihaknya mendata stok ikan pada perairan Indonesia mencapai 12,5 juta ton. Jumlah stok ini naik jauh dibanding pada stok ikan pada 2013, yaitu sebesar 6,5 juta ton. Jika dihargai satu kilogram ikan seharga USD 1, maka stok ikan Indonesia bernilai USD 6,5 miliar.
Di sisi lain, impor ikan Indonesia juga menurun sebesar 80%. Demikian juga dengan konsumsi ikan nasional, jumlahnya naik naik hingga 43 kilogram per kapita per tahun pada 2016, padahal sebelumnya hanya 36 kilogram per kapita per tahun.
Sementara, target konsumsi ikan nasional pada 2017 ditingkatkan menjadi 47,12 kilogram per kapita. Kemudian tahun depan, target dinaikkan menjadi 50,65 kilogram per kapita. Sedangkan pada 2019, target konsumsi ikan sebesar 54,49 kilogram per kapita.
Susi tidak khawatir target ini tidak tercapai karena kekurangan pasokan. Menurutnya dengan stok ikan yang terus meningkat, target konsumsi setinggi ini bisa dicapai.
“Kenaikan konsumsi ikan tahun lalu menjelaskan bahwa adanya peningkatan hasil tangkapan nelayan atau pengusaha kapal Indonesia. Dan target-target itu tidak masalah karena stok ikan kita naik," ujarnya.
Saat ini, mulai Senin (10/7) hingga Rabu (12/7) Satgas 115 menggelar rapat kordinasi nasional (RAKORNAS) membahas penanganan ABK asing pelaku illegal fishing, kepastian hukum terhadap nelayan kecil, penanggulangan kegiatan destructive fishing, dan meningkatkan kepatuhan hukum kapal ikan Indonesia menuju kondisi legal, regulated, reported fishing dalam rangka meningkatkan pendapatan negara di sektor perikanan.