Iqbal Musyaffa
17 Maret 2020•Update: 17 Maret 2020
JAKARTA (AA) – Pemerintah mengatakan sedang memikirkan untuk mengkarantina wisatawan asing atau warga negara asing yang ingin datang berkunjung ke Indonesia untuk mengantisipasi penyebaran virus korona.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan aturan untuk karantina pendatang selama 14 hari sudah dilakukan di beberapa negara seperti di Singapura dan Korea Selatan.
Oleh karena itu, dia menambahkan dengan adanya proses karantina tersebut, maka opsi ‘lockdown’ tidak perlu dilakukan di Indonesia.
“Mengenai ‘lockdown’, saya kira kita belum berpikir ke situ. Tiap negara punya masalah sendiri dan kita masih pada posisi yang masih bisa kita kontrol,” ujar Menko Luhut dalam telekonferensi di Jakarta, Senin malam.
Dia menambahkan pemerintah sudah mengimbau untuk berbagai aktivitas agar bisa dilakukan dari rumah seperti belajar dan bekerja, serta rapat-rapat bisa dilakukan melalui telekonferensi untuk menghindari pertemuan banyak orang.
“Mengenai bekerja online, sudah berjalan dan hari ini saja saya rapat online sudah 4 kali,” tambah Menko Luhut.
Lebih lanjut dia mengatakan karena tidak ada opsi ‘lockdown’ yang akan diambil, pemerintah terus berupaya mengembangkan berbagai proyek pariwisata yang sedang berjalan, seperti pengembangan pariwisata di Danau Toba, terlebih adanya ketertarikan dari Raja dan Ratu Belanda pada keindahan alam di sana.
“Mereka [Raja dan Ratu Belanda] juga ingin ada direct flight dari Amsterdam ke Medan dan sebaliknya. Itu masih kita kerjakan,” ujar dia.
Menko Luhut juga menambahkan bahwa Belanda sepakat untuk memberikan 10 orang pakarnya untuk membantu pengembangan pariwisata di Indonesia, terlebih di 5 kawasan super prioritas.