İqbal Musyaffa
15 November 2018•Update: 15 November 2018
Iqbal Musyaffa
SINGAPURA
Presiden Indonesia Joko Widodo dan Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan pertemuan bilateral di sela-sela KTT ASEAN ke 33 di Singapura, Rabu, untuk membahas peningkatan kerja sama ekonomi kedua negara.
Presiden menyebut nilai perdagangan bilateral kedua negara pada tahun 2017 tercatat meningkat 14,34 persen atau senilai USD2,52 miliar.
Jokowi, sapaan Presiden, mengungkapkan keinginannya agar target perdagangan USD5 miliar kedua negara dapat tercapai pada tahun 2020 mendatang.
Untuk mewujudkan harapan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan sejumlah poin kepada Presiden Putin, antara lain mengenai dukungan positif bagi ekspor CPO (Crude Palm Oil) Indonesia.
“Kami memohon dukungan untuk promosi dan kampanye positif bagi CPO Indonesia,” kata Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi juga mendorong pemerintah Rusia untuk meningkatkan volume impor bagi produk-produk perikanan Indonesia.
Selain itu, kata dia, ekspor buah tropis asal Indonesia juga diupayakan untuk dapat ditingkatkan.
Dalam pertemuan itu, Presiden turut menyampaikan pandangannya soal perdagangan Indonesia dengan kerja sama ekonomi kawasan Eropa Timur dan Asia Tengah (EAEU).
Kepala Negara mengatakan bahwa Indonesia berniat untuk meningkatkan perdagangan dengan EAEU.
“Saya harap Rusia sebagai Ketua EAEU dapat membantu mempercepat keputusan kolektif bagi dimulainya perundingan FTA (persetujuan perdagangan bebas) antara Indonesia dengan EAEU utamanya untuk menanggapi prosedur pengajuan yang telah kami sampaikan sejak 2017,” tutur Presiden.