İqbal Musyaffa
09 Februari 2018•Update: 10 Februari 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Dunia menilai Indonesia akan mendapat banyak manfaat dengan menjadi tuan rumah pertemuan Bank Dunia (World Bank) dan Dana Moneter Internasional (IMF) pada Oktober mendatang di Bali.
“Suara Indonesia akan lebih terdengar secara global,” ujar Press Secretary External and Corporate Relation World Bank David M Theis di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, Indonesia dapat mendemonstrasikan pencapaiannya sepanjang tahun di sektor ekonomi, menceritakan tentang reformasi kebijakan yang sudah dilakukan, serta perbaikan dan kemajuan yang sudah terjadi setelah sempat terhantam krisis ekonomi tahun 1998 dan 2008.
“Indonesia juga dapat menunjukkan peran besarnya terhadap perekonomian global,” Theis menekankan.
Selain itu, menurut dia, kepentingan negara-negara lain di kawasan timur (Asia) juga akan lebih terdengar dengan penyelenggaraan IMF-World Bank Meeting 2018 di Bali nanti.
Acara tersebut menurut dia akan dihadiri 15 ribu sampai 20 ribu delegasi dari 159 negara sehingga dapat memperkuat citra Bali sebagai salah satu destinasi wisata terkemuka.
Theis juga mengapresiasi persiapan yang telah dilakukan pemerintah untuk menyelenggarakan event besar tersebut. Dia menganggap pemerintah memiliki komitmen yang kuat untuk menjadi tuan rumah yang baik.
Dia menilai persiapan yang dilakukan pemerintah mulai dari keamanan, transportasi dari bandara, dan penanganan aktivitas gunung berapi (Gunung Agung) sangat serius untuk bisa menyakinkan masyarakat global bahwa pertemuan tersebut dapat berjalan lancar.
“Pemerintah menunjukkan perhatian yang besar untuk merencanakan dan memonitor persiapan acara,” tegas Theis.
Theis juga mengatakan, pemerintah Indonesia tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk menjadi tuan rumah karena Bali sudah memiliki fasilitas yang baik seperti BNDCC (Bali Nusa Dua Convention Center), hotel, serta bandara yang berdekatan dan mudah dijangkau.