Iqbal Musyaffa
11 Desember 2020•Update: 14 Desember 2020
JAKARTA
Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) menilai keputusan pemerintah menaikkan tarif cukai rata-rata sebesar 12,5 persen bisa mematikan industri hasil tembakau.
Koordinator Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) Azami Mohammad mengatakan saat ini industri sedang mengalami guncangan yang luar biasa, dimulai dari kenaikan cukai yang eksesif di tahun 2020 ditambah hantaman krisis akibat pandemi Covid-19.
“Dampak dari kenaikan cukai ini pertama, akan banyak pabrik gulung tikar. Sebab bukan hanya tarif cukai golongan 1 saja yang naik tinggi, tapi juga tarif cukai di golongan 2A dan 2B,” ujar Azami dalam keterangan resmi, Jumat.
Dia mengatakan kemungkinan terjadinya dampak tersebut karena cukai golongan 2A dan 2B diisi oleh pabrikan kecil menengah.
Sementara itu, pada cukai golongan 1 harganya sudah terlampau tinggi, tidak sesuai dengan kemampuan daya beli masyarakat.
“Maka otomatis produksi dan omzet pabrikan akan turun drastis, tinggal tunggu saatnya pabrik gulung tikar,” kata Azami.
Kemudian dampak kedua yang mungkin terjadi menurut dia adalah sektor pertanian tembakau dan cengkeh akan mengalami penurunan baik secara kualitas maupun kuantitas.
Hal ini karena komponen produksi yang biasanya dipangkas oleh pabrikan adalah bahan baku baik secara kualitas maupun kuantitas sehingga petani akan rugi besar, begitu pula perekonomian di wilayah-wilayah sentra tembakau dan cengkeh.
“Dampak ketiga adalah maraknya peredaran rokok ilegal yang akan tumbuh subur ketika harga rokok legal sudah tidak terjangkau oleh daya beli masyarakat,” imbuh Azami.
Menurut dia, saat ini rokok ilegal sudah menjamur bukan hanya di daerah pinggiran, tapi juga di perkotaan.
Azami menilai negara justru akan kehilangan pendapatan dari sektor cukai, sementara masyarakat menghadapi ancaman bahaya mengonsumsi rokok ilegal karena rokok ilegal tidak memiliki standarisasi kelayakan konsumsi.
“Kenaikan tarif cukai di 2021 sangat tidak masuk akal. Pemerintah saat ini sudah tidak pro dengan industri nasional yang memberikan sumbangsih besar kepada negara,” ketus dia.
Azami menambahkan pemerintah seakan tidak punya nurani di tengah kondisi krisis justru menambah beban masyarakat.