Muhammad Nazarudin Latief
20 Maret 2019•Update: 21 Maret 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Malaysia telah menerima pernyataan minat dari beberapa perusahaan baik asing maupun dalam negeri untuk membeli maskapai nasional Malaysia Airlines Bhd (MAB), ujar Perdana Menteri Mahathir Mohamad pada Rabu seperti dilansir Channel News Asia.
Malaysia masih mempelajari opsi untuk perusahaan penerbangannya yang sedang mengalami masalah finansial, kata Mahathir.
"Ada pihak-pihak tertentu yang tertarik untuk membeli (maskapai), jadi kami tidak menolak (kemungkinan menjual)," katanya, tanpa mengungkapkan nama-nama perusahaan.
Pemerintah akan mempertimbangkan apakah akan mengubah manajemen maskapai, mengurangi atau memperluasnya, kata Mahathir.
"Meskipun kami mempekerjakan manajemen asing, MAS masih menghadapi kerugian. Oleh karena itu, salah satu opsi adalah menjual," katanya, merujuk Malaysia Airlines oleh akronim MAS sebelumnya.
Maskapai ini sudah memecat dua CEO sebelum kontraknya berakhir sejak perusahaan ini diambil alih oleh perusahaan investasi negara Khazanah Nasional pada 2014.
"Saya suka MAS. Saya ingin MAS menjadi maskapai penerbangan nasional, tetapi sepertinya kami tidak mampu membelinya," ujar pemimpin senior tersebut.
Pekan lalu, Mahathir mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan apakah akan menutup, menjual atau membiayai kembali maskapai tersebut. Keputusan ini, kata Mahathir akan dikeluarkan segera.
MAB telah berusaha mengubah operasinya dan kembali ke profitabilitas pada 2019 setelah pulih dari dua bencana pada 2014, yaitu ketika penerbangan MH370 menghilang dan penerbangan MH17 yang ditembak jatuh di bagian timur Ukraina.
Khazanah Nasional telah mengatakan awal bulan ini bahwa pemerintah perlu memutuskan investasinya dan tingkat dukungan untuk maskapai yang sedang mengalami kesulitan itu.