Maria Elisa Hospita
14 November 2019•Update: 18 November 2019
Beyza Binnur Donmez
ANKARA
Gelombang protes antipemerintah di Chile telah menyebabkan nilai mata uang negara itu merosot ke rekor terendah terhadap dollar Amerika Serikat.
"Nilai peso turun empat persen yang menandakan ketidakstabilan di negara itu," kata Menteri Keuangan Ignacio Briones pada Selasa.
Briones mengatakan unjuk rasa yang sedang berlangsung telah menyebabkan efek serius terhadap perekonomian Chile.
Bulan lalu, pengunjuk rasa memaksa masuk stasiun metro di Santiago tanpa membayar tiket sebagai bentuk protes terhadap kenaikan ongkos transportasi umum.
Sejak itu, setidaknya 23 orang tewas dalam protes anti-pemerintah.
Presiden Sebastian Pinera pun akhirnya membatalkan kenaikan tarif transportasi umum dan harga listrik sekaligus menaikkan upah minimum buruh.
Pada Senin, sekelompok demonstran membakar barak militer yang digunakan untuk penyiksaan selama kediktatoran Augusto Pinochet.
Pemerintahan Pinochet di Chile berlangsung selama 17 tahun dari tahun 1973 - 1990, dan telah menyebabkan sekitar 3.000 orang tewas atau hilang, dan juga mendorong 200.000 warga Chile ke pengasingan.
Presiden AS saat itu, Richard Nixon, memainkan peran penting dalam penggulingan Presiden Chile yang terpilih secara demokratis, Salvador Allende, dan menggantinya dengan Pinochet dalam kudeta militer September 1973.
Pinochet, yang didukung oleh CIA dan beberapa pemerintahan AS, berkuasa hingga 11 Maret 1990.