Muhammad Nazarudin Latief
13 Februari 2018•Update: 13 Februari 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Produsen-produsen sepatu Indonesia diminta untuk terus berinovasi agar bisa memenangkan persaingan di pasar Amerika Serikat (AS).
Atase Perdagangan untuk Washington DC, Reza Pahlevi Chairul mengatakan, kunci untuk memenangkan pasar sepatu AS adalah inovasi, harga yang kompetitif dan desain yang menarik.
“Ekspor alas kaki Indonesia ke AS masih berpotensi untuk terus tumbuh,” ujar Reza dalam pernyataannya, Selasa.
Menurut Reza, AS merupakan pasar penting alas kaki Indonesia dengan nilai sebesar USD1,22 miliar atau sekitar 7,5 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-November 2017.
Indonesia menempati urutan ketiga negara eksportir sepatu ke pasar AS, dengan porsi 4 persen dari total 2,5 miliar pasang sepatu yang diimpor setiap tahun.
Pekan lalu, delegasi Kementerian Perdagangan bertemu dengan Asosiasi Distributor dan Peritel Alas Kaki AS (Footwear Distributors and Retailers of America/FDRA).
Menurut Reza, FDRA mewakili 80 persen total penjualan sepatu di AS dan beranggotakan lebih dari 130 perusahaan yang memasarkan 250 merek sepatu.
Perusahaan sepatu AS, menurut Reza, melakukan offshore sumber sepatunya ke negara-negara dengan upah buruh yang kompetitif, termasuk ke Indonesia.
Menurut Reza, FDRA memberikan gambaran tentang aturan impor sepatu yang aman bagi anak-anak. Salah satunya adalah aturan tentang kandungan logam berat dan ftalat pada sepatu anak.
“Pemerintah AS mengawasi ketat dan menarik terhadap produk yang tidak memenuhi persyaratan,” ujar dia.
Menurut data dari Kementerian Perdagangan Amerika Serika, total ekspor nonmigas Indonesia ke AS pada periode Januari-November 2017 adalah USD17,8 miliar atau meningkat 5 persen dibandingkan periode yang sama pada 2016.
Produk utama ekspor Indonesia meliputi pakaian, pakaian bahan rajutan, karet alam, ikan dan produk perikanan, alas kaki, serta CPO dan turunannya. Secara global, AS menempati peringkat kedua pasar tujuan ekspor terbesar Indonesia.