Maria Elisa Hospita
25 November 2019•Update: 26 November 2019
Ovunc Kutlu
ANKARA
Harga minyak mentah turun karena pasar minyak global dan investor fokus pada pertemuan OPEC dan sekutunya yang akan digelar awal Desember mendatang.
Mereka optimistis bahwa pertemuan tersebut dapat membantu menyeimbangkan pasokan minyak global.
Minyak mentah berjangka internasional, Brent, diperdagangkan pada USD62,61 per barel pada Senin pukul 0700 GMT, atau merosot 1,23 persen, setelah ditutup pada USD63,39 per barel pada Jumat.
Sementara itu, minyak mentah berjangka Amerika, West Texas Intermediate, diperdagangkan pada USD57,98 per barel di saat yang sama, atau mengalami penurunan 0,05 persen setelah ditutup pada USD58,01 per barel pada Jumat.
OPEC yang dipimpin Arab Saudi dan non-OPEC yang dipimpin Rusia akan mengadakan pertemuan di Wina pada 5-6 Desember untuk membahas pasokan, permintaan, dan harga minyak global.
Mereka juga diperkirakan akan memperpanjang perjanjian pemangkasan produksinya hingga Juni 2020 setelah menurunkan total outputnya sebesar 1,2 juta barel per hari pada Desember 2018.
Menurut Presiden Amerika Serikat Donald Trump, AS dan China "sangat berpotensi" mencapai kesepakatan bilateral guna mengakhiri sengketa perdagangan yang telah berlangsung selama 19 bulan.
Analis energi berpendapat bahwa jika dua raksasa ekonomi mencapai kesepakatan fase satu, maka kepercayaan investor akan mendorong harga lebih tinggi.