Muhammad Nazarudin Latief
10 Januari 2018•Update: 10 Januari 2018
Muhammad Nazaruddin Latief
JAKARTA
Pemerintah menargetkan bisa melanjutkan tren penurunan kemiskinan hingga mencapai single digit tahun ini.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, Selasa menjelaskan momentum pada tahun ini sangat bagus untuk mencapai target tersebut.
Angka kemiskinan tertinggi di Indonesia, kata Menteri Bambang, secara bertahap sudah berhasil diturunkan.
Pemerintah orde baru, berhasil menurunkan angka kemiskinan dari angka 40 persen menjadi 11,7 persen.
Angka ini kemudian naik kembali hingga 20 persen saat dihadang badai krisis tahun 98-an.
“Pemerintahan ini bisa menurunkan hingga 10,12 persen. Ini harus diteruskan hingga angka kemiskinan single digit,” ujar Menteri Bambang.
Keberhasilan pemerintah menurunkan jumlah penduduk kemiskinan hingga 1,19 juta orang adalah keberhasilan tertinggi selama dua dekade terakhir. Sebelumnya, rata-rata penurunan kemiskinan tidak lebih dari 500 ribu per tahun.
Pemerintah, menurut Menteri Bambang akan menjalankan strategi peningkatan pelaksanaan jaminan dan bantuan sosial agar tepat sasaran dan pemenuhan kebutuhan dasar.
Salah satunya adalah dengan menjaga pertumbuhan ekonomi agar berkualitas dan mengendalikan inflasi.
Kemudian melaksanakan program-program afirmasi pengungaran kemiskinan yang diberikan tepat waktu.
Misalnya program Bantuan Pangan Non-tunai (BPNT) akan diperluas hingga 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), bantuan beras sejahtera (rastra) juga akan diberikan hingga 10 kilogram per keluarga per bulan.
Program ini, kata Menteri Bambang diarahkan untuk memperbaiki pola konsumsi masyarakat, mulai dengan penambahan nutrisi, dan peningkatan konsumsi makanan dan minuman olahan.
“Penyaluran bantuan non tunai ini juga akan meningkatkan transaksi non tunai, inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Menteri Bambang.
Program lain adalah padat karya tunai (cash for work) yang akan diperluas hingga 1.000 desa di 100 kabupaten kota. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan, menciptakan lapangan kerja sementara, menurunkan angka stunting dan mengurangi kemiskinan.
Staf Ahli Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan, Bappenas, Rahma Irianti, mengatakan penanggulangan kemiskinan juga akan dilakukan dengan mengarahkan penggunaan “Dana Desa” untuk program-program produktif.
“Kegiatannya disesuaikan dengan potensi desa setempat. Tergantung kebutuhan,” ujarnya.