Muhammad Abdullah Azzam
03 Desember 2020•Update: 04 Desember 2020
Cindi Cook
PARIS
Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin pada Rabu mengumumkan bahwa pemerintah telah membubarkan CCIF, kelompok anti-rasis yang memerangi Islamofobia di Prancis.
“Sesuai dengan instruksi Presiden Republik, CCIF dibubarkan dalam pertemuan Dewan Menteri. Selama beberapa tahun, CCIF secara konsisten melakukan propaganda Islamis, seperti yang terinci dalam dekrit yang saya berikan kepada Dewan Menteri," cuit Darmanin di Twitter.
Langkah kontroversial itu dilakukan setelah pertemuan Dewan Menteri. Menurut hukum Prancis, dewan itu dapat membubarkan organisasi atau organisasi nirlaba apa pun dengan keputusan, tanpa memerlukan pengawasan yudisial sebelumnya.
Pemerintah Prancis telah menutup Baraka City, sebuah kelompok Muslim internasional, pada akhir Oktober lalu atas arahan Presiden Emmanuel Macron yang mereka klaim memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok radikal.
Langkah terbaru ini muncul setelah pemenggalan kepala seorang guru bahasa Prancis di Paris dan serangan pisau yang menewaskan tiga orang di Nice.
Serangan tersebut menyusul penerbitan ulang kartun yang menghujat Nabi Muhammad di Prancis yang dipertahankan oleh Presiden Macron dengan dalih kebebasan berekspresi.