Erric Permana
16 Agustus 2017•Update: 17 Agustus 2017
Erric Permana
JAKARTA
Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraannya pada sidang tahunan MPR/DPR/DPD di Jakarta Selasa menunjukkan keberhasilan dalam pemerintahannya di sejumlah sektor.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia menurun karena pemerintahannya fokus untuk memerangi kemiskinan dan pengangguran.
“Tingkat kemiskinan di Indonesia turun, dari 28,59 juta orang pada Maret tahun 2015 menjadi 27,77 juta orang pada Maret tahun 2017,” ujar Presiden Joko Widodo.
Tingkat kesenjangan antara masyarakat pun berkurang dan lebih membaik dalam pemerintahannya. Dia mengklaim angka kesenjangan pada Maret 2017 turun mencapai 0,393 dari sebelumnya 0,414 pada September 2014 lalu.
Selain berkurangnya angka kemiskinan, tingkat inflasi pada tahun ini juga terkendali kata Jokowi. Berdasarkan catatannya inflasi pada Januari hingga Juli 2017 mencapai 2,6 persen. Bahkan inflasi di bulan Mei 2017 hanya sebesar 0,39 persen.
Tidak hanya itu, Presiden Joko Widodo mengklaim pemerintahannya fokus melakukan pembangunan yang merata di seluruh daerah dengan meningkatkan rasio elektrifikasi nasional. Pada Maret 2017, rasio elektrifikasi nasional mencapai 92 persen.
“Saya ingin menyampaikan ucapan selamat kepada warga Desa Wogalirit, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, setelah 72 tahun merdeka, sekarang akhirnya bisa menikmati layanan listrik. Selamat juga untuk warga desa-desa lain di seluruh Tanah Air, yang tahun 2017 ini bisa menikmati layanan listrik,” kata Jokowi.
Untuk mewujudkan kebijakan pemerataan ekonomi yang berkeadilan, Presiden Joko Widodo mengaku terus berusaha menekan tingkat suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sekarang suku bunga KUR berada di angka 9 persen.
“Kita berharap Rp94,4 triliun KUR yang sudah disalurkan di tahun 2016 dapat ikut mengangkat kesejahteraan sektor UMKM,” kata Jokowi.