Muhammad Latief
19 Oktober 2017•Update: 19 Oktober 2017
Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintah memutuskan memperpanjang kontrak kerja sama Inpex Corporation dalam mengelola Blok Masela selama 27 tahun, demikian dikatakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Kamis.
Keputusan ini diambil setelah Jonan menyelesaikan kunjungan tiga hari ke Jepang dari Senin (16/10) hingga Rabu kemarin dan bertemu dengan CEO Inpex Corp, Toshiaki Kitamura.
Kontrak Blok Masela ditandatangani tahun 1998 dan berakhir pada 2028. Blok ini dikelola oleh Inpex sebagai operator dengan kepemilikan saham 65% dan Shell Upstream Overseas Services sebesar 35%.
“Masa kontrak Inpex hampir habis, diperpanjang 20 tahun,” ujar Jonan dalam siaran pers.
Pemerintah, menurut Jonan meminta Inpex mempertahankan Liquid Natural Gas (LNG) dengan skema kilang di darat sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi. Sebagai kompensasinya, pemerintah menambah masa kontrak selama 7 tahun dan memberikan keleluasaan kepada Inpex untuk memilih sendiri lokasi tempat pembangunan kilang LNG darat tersebut.
Saat ini, Inpex sedang melakukan kajian prapendefinisian proyek atau pre front end engineering design (pre-FEED) setelah menerima surat perintah kerja dari SKK Migas. Kunjungan Jonan juga menghasilkan kesepakatan bahwa Pre-FEED dilakukan dengan satu opsi kapasitas produksi dan satu pulau.
Pra-FEED akan menjadi tahapan penting untuk memformulasikan revisi rencana pengembangan lapangan (PoD). Revisi PoD sebelumnya dilakukan untuk menambah kapasitas produksi LNG ketika masih menggunakan skema kilang terapung.
Pada surat perintah disebutkan bahwa kapasitas kilang LNG ditetapkan 9,5 mtpa dan produksi gas pipa sebesar 150 mmscfd.
“Pemerintah berharap Inpex segera memulai proyek lapangan gas tersebut,” kata Jonan.