Bahattin Gonultas
25 Mei 2026•Update: 25 Mei 2026
Sektor industri Jerman kehilangan lebih dari 341.000 lapangan kerja dalam tujuh tahun terakhir di tengah berlanjutnya penurunan tenaga kerja, menurut laporan terbaru firma audit dan konsultasi internasional EY.
Dalam laporan “Q1 2026 Industry Barometer” yang dirilis Senin, EY menganalisis kinerja perusahaan industri Jerman pada kuartal pertama 2026.
Jumlah pekerja di perusahaan industri Jerman turun 2,3 persen atau sekitar 127.300 orang pada kuartal pertama 2026 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, kehilangan pekerjaan di sektor industri negara mitra dagang utama Turkiye di Eropa itu mencapai 341.500 sejak 2019 atau sebelum pandemi COVID-19.
Penurunan lebih dari 6 persen tersebut menunjukkan satu dari setiap 17 pekerjaan industri di Jerman hilang dalam periode tersebut.
Sektor otomotif menjadi yang paling terdampak oleh gelombang pemutusan kerja.
Jumlah pekerja di industri otomotif berkurang 32.000 orang dalam satu tahun terakhir, sementara total kehilangan pekerjaan sejak 2019 mencapai sekitar 125.800.
Data itu berarti satu dari setiap tujuh pekerjaan di industri otomotif hilang sejak 2019.
Sektor tekstil mencatat penurunan terbesar secara proporsional dengan kehilangan 22 persen tenaga kerja.
Sementara itu, lapangan kerja di industri logam turun 15 persen dalam periode yang sama.
Hanya dua sektor yang mampu melawan tren negatif tersebut dengan peningkatan jumlah tenaga kerja.
Lapangan kerja di sektor kimia dan farmasi meningkat 3 persen sejak 2019, sedangkan sektor kelistrikan naik 2 persen.
Di sisi lain, pendapatan penjualan industri Jerman meningkat 1,7 persen pada kuartal pertama tahun ini dibanding periode yang sama tahun lalu setelah mengalami penurunan selama 10 kuartal berturut-turut.
Sektor industri terakhir kali mencatat pertumbuhan pendapatan pada kuartal kedua 2023.
Pakar EY menyebut lemahnya penjualan pada periode sebelumnya sebagai penyebab utama pemangkasan tenaga kerja saat ini.
Namun, mereka menilai belum dapat dipastikan apakah pemulihan tipis pada kuartal pertama tahun ini akan menjadi titik balik yang permanen.
Pertumbuhan pendapatan pada kuartal pertama sebagian besar didorong sektor logam yang mencatat kenaikan ekspor 28 persen dan total penjualan 18 persen.
Industri otomotif membukukan kenaikan pendapatan tipis sebesar 2,1 persen, sedangkan sektor kelistrikan naik 1,4 persen.
Sebaliknya, sektor kertas mengalami penurunan penjualan 6 persen dan sektor tekstil turun 8 persen.