Megiza Soeharto Asmail
11 Agustus 2018•Update: 12 Agustus 2018
Alex Jensen
SEOUL
Tiga perusahaan Korea Selatan diduga melanggar sanksi impor batu bara Korea Utara dari Rusia, menurut Kantor Bea Cukai Korea Seoul (KCS) pada Jumat.
Perusahaan-perusahaan itu ditemukan telah memalsukan dokumen untuk mengirim 35.038 ton batu bara dan nikel pig iron Korea Utara senilai hampir USD6 juta dari April hingga Oktober tahun lalu, menurut data yang dikutip oleh kantor berita lokal Yonhap.
Dalam temuan yang memberatkan, menyusul penyelidikan yang telah digelar selama berbulan-bulan, KCS menuduh perusahaan-perusahaan tersebut menerima batu bara sebagai imbalan untuk membantu mendukung perdagangan yang melibatkan Utara dan negara-negara lain.
Amerika Serikat sebelumnya sangat waspada dengan memberlakukan sanksi terhadap Korea Utara, terutama setelah mereka diperkuat oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa bersama dengan sanksi unilateral, setelah meningkatnya provokasi nuklir oleh Pyongyang tahun lalu.
Karena sikap resmi Seoul adalah tetap dekat dengan Washington dalam mempertahankan tekanan terhadap Pyongyang hingga negara itu mendenuklirisasi, KCS meminta jaksa negara untuk mengambil tindakan terhadap tiga perusahaan tersebut.
Tidak sampai di situ, perusahaan-perusahaan itu juga bisa menghadapi hukuman tambahan di bawah sanksi Amerika. Korea Selatan akan sangat tertarik untuk menunjukkan kerja samanya menyusul laporan terbaru bahwa kapal-kapal telah dapat memindahkan batubara Korea Utara ke Selatan.
Namun, ada juga tekanan pada Seoul untuk mengatasi sanksi untuk mewujudkan proyek-proyek antar-Korea, sementara Pyongyang secara terbuka mengkritik Korea Selatan dan AS karena tidak menunjukkan lebih fleksibilitas setelah menyetujui denuklirisasi awal tahun ini - meski tanpa tanggal yang pasti.