Maria Elisa Hospita
13 September 2018•Update: 14 September 2018
Tayfun Salci dan Gokhan Kurtaran
LONDON
Menteri Perdagangan Turki dan Inggris menandatangani MoU untuk Komisi Ekonomi dan Perdagangan Gabungan Turki-Inggris (JETCO) ke-6 di London pada Rabu.
MoU itu bertujuan meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan antara kedua negara.
Usai upacara penandatanganan, Menteri Perdagangan Turki Ruhsar Pekcan mengatakan kedua negara diharapkan untuk mengembangkan kerja sama pasca-Brexit.
"Kami berencana untuk memasukkan layanan, perdagangan produk pertanian, perdagangan elektronik, dan pembelian publik untuk membuat kesepakatan lebih komprehensif," kata dia.
Dia juga mengundang perusahaan-perusahaan Inggris untuk berinvestasi di zona perdagangan bebas teknologi tinggi di Turki.
"Kami akan memberikan insentif khusus ke proyek-proyek berbasis teknologi dan perusahaan yang beroperasi di sektor teknologi informasi, informatika, dan perangkat lunak," jelas Pekcan.
Liam Fox, Menteri Luar Negeri Inggris untuk Perdagangan Internasional, menyoroti pentingnya posisi geopolitik Turki.
Menurut dia, JETCO adalah awal dari hubungan kedua negara yang lebih kaya, yang bertujuan untuk meningkatkan keragaman dalam perdagangan.
Fox menyebutkan bahwa target volume perdagangan bilateral adalah sebesar USD20 miliar, yang menurutnya ditetapkan secara realistis.
Saat ini, lebih dari 200 perusahaan Turki terkemuka beroperasi di Amerika Serikat.
Fox menambahkan bahwa jumlah wisatawan Inggris yang mengunjungi Turki diperkirakan akan mencapai tiga juta jiwa pada 2018, naik dari 1,6 juta tahun lalu.
Dia juga mengatakan Inggris mendukung Istanbul untuk menjadi pusat keuangan termasuk kerja sama dengan London.