Erric Permana
26 Oktober 2017•Update: 27 Oktober 2017
Erric Permana
JAKARTA
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pagi tadi bertemu dengan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Joseph Donovan Jr terkait ditolaknya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo oleh Imigrasi AS.
Menurut Retno, dalam pertemuan tersebut Joseph Donovan mengaku penolakan oleh Imigrasi AS akibat terjadinya kesalahan administrasi. Donovan yang baru tiba di Jakarta itu pun menyatakan kesalahan itu telah diperbaiki dan menyatakan tidak ada larangan terhadap Gatot Nurmantyo.
"Pertama, fakta terjadi delay. Kedua mereka mengatakan faktor penyebabnya adalah kesalahan administrasi," ujar Retno Marsudi di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri pada Kamis.
Retno menambahkan pihak AS pun berkomitmen untuk tidak mengulangi kejadian kontroversial tersebut. Mereka pun kata dia, akan menyambut baik kedatangan Gatot Nurmantyo jika berkunjung ke AS.
Selain itu juga, Joseph Donovan mengaku pihak AS melakukan kesalahan dan menyampaikan permintaan maafnya berulang-ulang kepada Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi.
"[Kata Dubes AS] This is our mistake, my apology, our apology," jelas Retno Marsudi.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo hendak ke AS untuk memenuhi undangan Panglima Angkatan Bersenjata AS Jenderal Joseph F Durford, Jr dalam acara Chief of Defence Conference on Country Violence Extrmist Organization (VEOs) yang akan dihadiri 78 panglima angkatan bersenjata dari berbagai negara di Asia Pasifik.
Panglima beserta istri dan delegasi yang telah mengurus visa dan administrasi lainnya rencananya akan berangkat 21 Oktober 2017 pada pukul 17.50 WIB menggunakan maskapai penerbangan Emirates. Namun, rencana itu batal setelah mendapatkan penolakan dari US Customs and Border yang disampaikan petugas maskapai penerbangan. Panglima TNI pun mengaku kecewa dengan penolakan itu.