Iqbal Musyaffa
15 September 2017•Update: 16 September 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Status Gunung api Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah meningkat dari normal menjadi waspada sejak Kamis malam pukul 23.00 WIB. Hal ini bersamaan dengan status Gunung Agung di Bali yang menjadi waspada.
Kesimpulan ini berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumentasi dan potensi bahaya oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kementerian Energi dan Sumber daya Manusia.
PVMBG merekomendasikan agar warga sekitar yang berada dalam radius 1 km Kawah Sileri segera mengungsi dan tak beraktivitas di sana.
“Warga yang bermukim di Desa Kepakisan dan Dusun Sekalam, agar segera mengungsi ke tempat aman,” ujar Kepala PVMBG Kasbani, kepada Anadolu Agency, Jumat.
Sejak Juni 2017 hingga Kamis malam kemarin, setidaknya telah terjadi 24 kali gempa tektonik jauh, 173 kali gempa tektonik lokal, 51 kali gempa vulkanik dalam dan 10 gempa vulkanik dangkal. Sedang gempa tremor terjadi terus menerus.
Sementara itu suhu air di Kawah Sileri Gunung Dieng juga meningkat dari 90,7 derajat celcius sejak 8 Juli 2017 lalu menjadi 93,5 derajat celcius pada Kamis malam.
“Sebelumnya gempa fluktuatif, namun sejak Kamis malam terjadi tremor terus menerus. Suhu juga meningkat,” ujar Kasbani.
Peningkatan status Gunung Dieng ini menyusul setelah sebelumnya PVMBG meningkatkan status Gunung Agung dari normal menjadi waspada.
“Kami menaikkan status 2 gunung ini karena terjadi peningkatan aktivitas kegempaan maupun suhu beberapa hari terakhir. Apalagi Gunung Agung yang sudah 57 tahun tidak ada aktivitas,” katanya.