14 Juli 2017•Update: 16 Juli 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Sejumlah 44 perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Barat mendeklarasikan gerakan antiradikalisme, Jumat, di Aula Graha Sanusi Hardjadinatan, Universitas Padjajaran, Bandung.
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Herry Suhardiyanto mengatakan deklarasi antiradikalisme penting demi membangkitkan kesadaran mengenai nilai-nilai kebangsaan.
Sebagai tempat berkembangnya berbagai pemikiran, perguruan tinggi menjadi tempat potensial masuknya muatan radikalisme.
“Kita juga berinteraksi dengan komunitas atau pemikiran dari luar kampus. Jangan sampai menyebar, kita upayakan pencegahannya. Indonesia harus kita jaga,” ujar Herry kepada Anadolu Agency, seusai deklarasi.
Para rektor juga merumuskan berbagai langkah-langkah untuk melawan radikalisme. Di antaranya saling bertukar informasi dan pengalaman mencegah radikalisme secara efektif, juga strategi penanaman nilai-nilai karakter pancasila, Bhinneka Tunggal Ika serta Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
“Kami berkomitmen untuk mendalami peta pemikiran di dalam kampus, baik dari dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan, sehingga betul-betul melakukan pendekatan. Ranah pemikiran harus diimbangi dengan pemikiran, sehingga ada pemahaman yang benar mengenai agama masing-masing, berbangsa dan bernegara,” katanya.
Selain dihadiri oleh rektor PTN-PTS di Jawa Barat, deklarasi ini dihadiri juga oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Gautama Wiranegara, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.