Chandni Vasandani
16 September 2017•Update: 17 September 2017
Chandni Vasandani
JAKARTA
Aksi Bela Rohingya yang pagi ini digelar di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat menuntut agar pemerintah Myanmar menghentikan kekerasan yang dilakukan terhadap warga Rohingya.
Massa yang terdiri dari ribuan anggota organisasi Islam di Indonesia itu juga menyerukan agar Myanmar mengembalikan hak-hak kewarganegaraan Rohingya dan agar pelaku genosida atau penghapusan etnis diadili di Mahkamah Internasional.
Ketiga tuntutan itu diutarakan dalam aksi solidaritas dan penggalangan dana di Jakarta yang diperkirakan dihadiri sekitar 150.000 orang.
Direktur organisasi Crisis Center for Rohingya (CC4R), Sukamta, mengatakan tuntutan itu disampaikan kepada semua pihak, mulai dari pemerintah, organisasi internasional hingga masyarakat dunia.
“Tindakan pembersihan etnik adalah kejahatan kemanusian yang nyata. Harapan warga Rohingya adalah agar mereka bisa pulang ke tempat tinggal mereka di Myanmar,” kata Sukamta yang juga merupakan anggota Komisi I DPR RI.
Sebelumnya sudah diinformasikan bahwa aksi bela Rohingya digelar oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan puluhan ormas Islam lainnya di Jakarta. Sekitar 6.000 personil keamanan dikerahkan untuk mengamankan aksi tersebut.