Rhany Chairunissa Rufinaldo
14 Desember 2018•Update: 14 Desember 2018
Emel Oz Gozellik
ANKARA
Amnesty International pada Kamis mengeluarkan laporan yang mengungkapkan kerusakan sumur air, lahan pertanian dan ternak yang dilakukan oleh oleh organisasi teror Daesh dalam serangan yang disengaja terhadap masyarakat Ezidi.
Laporan itu menunjukkan bahwa teroris Daesh merusak lahan pertanian, sumur air, pompa, generator dan sistem kelistrikan, menyita ternak, dan menanam ranjau darat di bawah lahan pertanian di Irak utara.
Richard Pearshouse, konsultan untuk Amnesty International, mengatakan bahwa teroris Daesh sengaja merusak lahan pertanian di daerah pedesaan di sekitar Gunung Sinjar, membuat masyarakat Ezidi dan penduduk setempat tidak bisa kembali ke rumah mereka.
Laporan Amnesty International menyerukan kepada pemerintah Irak untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak dan mengkompensasi kerugian yang diderita masyarakat.
Pearshouse mendesak Baghdad untuk segera melaksanakan rencana rekonstruksi.
Produksi pertanian di negara itu menurun 40 persen dibandingkan dengan pada 2014.
Menurut laporan itu, sekitar dua pertiga dari petani Irak memiliki akses ke irigasi pada 2014, namun, angka itu turun menjadi sekitar 20 persen.
Laporan itu kemudian menambahkan bahwa sekitar 75 persen sapi, domba, kambing dan kerbau hilang setelah Daesh datang, bahkan di beberapa tempat, jumlah hewan ternak yang hilang mencapai 95 persen.
Pada musim panas 2014, Daesh menyerbu sebagian besar wilayah Irak bagian utara dan barat.
Setelah perang selama tiga tahun, pemerintah Irak tahun lalu menyatakan bahwa militer Daesh di Irak telah dikalahkan melalui operasi yang didukung oleh aliansi internasional pimpinan Amerika Serikat.
Namun, dari waktu ke waktu, para pejabat Irak mengumumkan operasi terhadap sel-sel yang berafiliasi dengan Daesh di wilayah-wilayah tertentu negara itu.