22 Agustus 2017•Update: 23 Agustus 2017
Erric Permana
JAKARTA
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso mengancam akan menembak selebritas atau artis Indonesia yang terjerat dalam jaringan pengedar narkoba bila mereka mencoba melarikan diri saat tertangkap. Hal ini sesuai dengan perintah presiden untuk menerapkak perintah tembak di tempat.
Menurut pantauan BNN dan Polri, ada indikasi artis masuk dalam jaringan pengedar barang haram tersebut.
"Kami akan melakukan tindakan tegas dan keras jangan sampai ada artis yang jadi contoh karena melakukan perlawanan dan harus kita tembak," ujar Budi Waseso yang akrab disapa Buwas ini di Kantor BNN, Jakarta Rabu.
Dia pun meminta agar artis yang masuk dalam jaringan pengedar narkoba untuk berhenti dan tidak melibatkan diri dengan narkoba. BNN memastikan tidak akan pandang bulu dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia.
"Informasi keterlibatan dari pemetaan polisi maupun BNN [ sudah menunjukkan] bahwa teman-teman artis masih banyak [terlibat narkoba] bahkan masuk kelompok jaringan [narkoba]," tambahnya.
Dalam bulan Agustus ini sudah enam selebitas yang tertangkap karena menggunakan narkoba. Kasus terakhir yang muncul di public adalah tertangkapnya penyanyi Ello dan pemain film Tora Sudiro. Mereka akhirnya menjalani rehabilitasi narkoba.
Budi Waseso kembali menunjukkan bahwa dirinya tidak main-main soal pemberantasan narkoba. Dia bahkan menolak pemberian remisi bagi narapidana narkoba karena dianggap tidak menimbulkan efek jera.
"[Pemberian remisi itu] harus dievaluasi karena kita ljhat sendiri jaringan narkotika itu kerjanya luar biasa. Yang hukuman mati tidak kapok. Kalau beri remisi maka akan memberi daya kekuatan dia [napi narkoba]," kata Buwas lagi.