27 September 2017•Update: 28 September 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) menyediakan lima unit sirine mobile iCast Rapid Deployment Public Notification System (iRADITIF) yang dipasang di sekitar wilayah Gunung Agung, yaitu di Polsek Kubu, Pos Polisi Tianyar, Polsek Selat dan Polsek Rendang.
Sirine dengan daya jangkau bunyi hingga 2 km dan terhubung dengan Pos Komando Utama Karangasem ini akan dibunyikan manual oleh petugas jaga jika terjadi situasi darurat.
“Untuk peringatan kepada masyarakat agar segera mengungsi jika letusan terjadi,” ujar Kepala Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Rabu.
BNPB juga telah memasang rambu evakuasi dan jarak radius di sejumlah lokasi.
“Peta radius berbahaya sudah ada, di lapangan kita melengkapi tandanya,” katanya.
Hingga Rabu sore, jumlah pengungsi Gunung Agung mencapai 96.086 jiwa. Mereka tersebar di 40 titik pengungsian di 9 kabupaten/wilayah.
Sutopo mengatakan jumlah ini meningkat karena masyarakat di luar wilayah berbahaya pun turut mengungsi.
“Banyak masyarakat tak tahu posisi sebenarnya dari batas radius dilarang. Selain itu faktor psikologis akibat bahaya dari letusan Gunung Agung sebelumnya,” katanya.
Sementara sepanjang Rabu pukul 00.00-18.00 WITA, telah terjadi 329 kali gempa vulkanik dangkal, 444 gempa vulkanik dalam dan 56 gempa tektonik lokal.
“Jumlah ini lebih banyak dibanding kemarin, dampaknya juga lebih terasa,” katanya.