Nezir Aliyev, Fuat Kabakci, Aliia Raimbekova
16 Juni 2018•Update: 17 Juni 2018
Nezir Aliyev, Fuat Kabakci, Aliia Raimbekova
ANKARA
Masyarakat Turki yang tinggal di China, Kazakhstan dan Kyrgyzstan mulai menggunakan hak suaranya untuk pemilihan presiden dan pemilihan umum Turki.
Di Turki, para pemilih mulai menggunakan hak suaranya pada 24 Juni mendatang.
Maskyarakat Turki akan menggunakan hak suaranya di Kedutaan Besar Turki di Beijing, Astana dan Bishkek dan di Konsulat Jenderal Turki di Almaty, Aktau dan kota-kota di China seperti Shanghai, Guangzhou dan Hong Kong pada 16 dan 17 Juni.
Pada April, parlemen Turki meloloskan rancangan undang-undang untuk menggelar pemilihan umum lebih awal, yaitu 24 Juni, mendekatkan Turki pada perpindahan menuju sistem presidensial.
Menurut kalender elektoral, ekspatriat Turki dapat menggunakan hak suaranya di kedutaan besar dan konsulat jenderal hingga 19 Juni. Mereka juga dapat menggunakan hak suaranya hingga 24 Juni di gerbang khusus.
Lebih dari 3 juta masyarakat Turki tinggal di luar negeri dapat menggunakan hak suara mereka di pemilihan presiden dan pemilihan umum.
Enam kandidat akan bertarung dalam pemilihan presiden, sementara 8 partai politik mengambil bagian dalam pemilihan umum untuk parlemen.
Erdogan telah menjabat sebagai presiden sejak 2014 dan menjadi presiden terpilih Turki yang pertama. Sebelum itu, dia menjabat sebagai perdana menteri sejak 2003 hingga 2014.
Bila Erdogan menang dalam pemilihan umum bulan Juni, Erdogan akan menjadi pemimpin Turki pertama dengan sistem presidensial.