Ekip
09 Maret 2018•Update: 09 Maret 2018
Merve Aydogan, Aynur Ekiz
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Kamis mengatakan bahwa 3.089 teroris telah dilumpuhkan sejak dimulainya Operasi Ranting Zaitun di wilayah Afrin, barat laut Suriah.
Turki pada 20 Januari lalu meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Erdogan mengatakan bahwa Afrin akan dibebaskan dari teroris persis seperti kota Jarabulus di Aleppo, Suriah, yang dibebaskan dalam Operasi Perisai Eufrat yang diluncurkan Turki pada akhir Agustus 2016 dan berakhir pada Maret 2017.
"Sedikitnya 140.000-150.000, mungkin 200.000 orang akan kembali ke Afrin [setelah Operasi Ranting Zaitun]," tambah dia.
Erdogan mengatakan, Turki telah membebaskan wilayah seluas hampir 800 kilometer persegi di Afrin dari para teroris.
"Jarabulus 2.000 kilometer persegi dan kami telah membersihkannya. [Afrin] ini juga hampir 2.000 kilometer persegi. Begitu kami mengendalikan seluruh wilayah, saudara kita yang berasal dari Afrin akan kembali dan menetap di sana," kata Erdogan.
"Kami tidak masuk [ke Afrin] untuk menduduki. Kami di sana hanya untuk membersihkan daerah tersebut dari teroris. Begitu tugas kami selesai, kami akan menyerahkannya kepada pemilik yang sebenarnya," tegas Erdogan
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.
Afrin menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK ketika rezim Assad di Suriah menyerahkan kota tersebut kepada kelompok teror tanpa pertempuran pada Juli 2012 silam.