04 Oktober 2017•Update: 05 Oktober 2017
Emin Avundukluoglu
ANKARA
Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa konflik di Suriah dan Irak tidak bisa dipisahkan dari Turki karena apa yang terjadi di negara-negara tetangga berdampak terhadap Turki.
Dalam pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) di Ankara, Erdogan berkata, "Setiap insiden di Suriah dan Irak tidak dapat dipisahkan dari Turki karena berdampak dengan urusan dalam negeri,"
Erdogan juga menyampaikan kritiknya kepada referendum tidak sah yang digelar oleh Pemerintah Regional Kurdistan (KRG) di utara Irak pada 25 September.
"Pelaksanaan referendum di utara Irak adalah sebuah usaha untuk menusuk jantung Irak dengan belati. Kami berharap KRG dapat segera menyadari kesalahannya dan membatalkan hasil referendum," tegas Erdogan.
Erdogan mengatakan bahwa sanksi atas KRG akan ditambah dalam waktu dekat.
"Kami telah dan akan terus mengupayakan segala usaha untuk menyelesaikan masalah ini dengan fasilitas, kebijaksanaan, dan kompromi. Untuk saat ini, kami cukup puas dengan pemberlakuan embargo di beberapa bidang. Jika mereka masih bersikeras, kami tidak akan segan mengambil langkah yang lebih tegas," tegasnya.
KRG menyatakan bahwa hampir 93 persen hasil suara referendum mendukung kemerdekaan wilayah otonomi KRG dari Irak.
Suku bunga menurun
Pelaksanaan referendum di utara Irak telah dikecam oleh pihak regional maupun internasional, karena dikhawatirkan akan memicu destabiliasi di kawasan Timur Tengah.
Erdogan juga mengevaluasi indikator perekonomian Turki baru-baru ini yang menunjukkan penurunan suku bunga dan tingkat penjualan.
"Penurunan suku bunga masih terjadi dan jika hal ini berlanjut terus-menerus, maka kita akan menghadapi banyak masalah," ujarnya.
Erdogan menambahkan, investasi dan lapangan kerja tidak akan meningkat jika suku bunga hanya berada pada 20 persen.
Menurut TurkStat, harga konsumen Turki naik 11,20 persen pada September, jika dibanding dengan September 2016. Sedangkan tingkat perubahan indeks harga konsumen bulanan pada September adalah 0,65 persen, naik 0,52 persen sejak Agustus.
Sejak awal tahun ini, inflasi tahunan berada di tingkat terendahnya pada Januari, yakni 9,22 persen, dan mencapai tingkat tertinggi pada April, yakni 11,87 persen.