25 Juli 2017•Update: 26 Juli 2017
Diyar Guldogan
ANKARA
Pembelian sistem pertahanan misil S-400 dari Rusia tidak perlu dikhawatirkan, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Senin.
“Mengapa perlu khawatir? Setiap negara perlu mengambil kebijakan tertentu untuk keamanannya,” kata Erdogan kepada pers di Bandara Esenboga, Ankara.
Ucapan Erdogan ini muncul sehari setelah Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Jenderal Joseph Dunford menyatakan laporan media tentang Turki yang membeli sistem S-400 dari Rusia “tidak benar”.
“Hal ini akan mengkhawatirkan, apakah mereka benar-benar akan membeli, namun mereka belum melakukannya,” kata Dunford.
Erdogan mengatakan hal ini “penting” bagi Turki dan negosiasi sistem misil “sebagian besar” telah selesai.
Pembantu kepresidenan Rusia Vladimir Kozhin, pada akhir Juni, mengatakan Moskow dan Ankara telah menyetujui pengiriman sistem mobile S-400, namun Kremlin belum menyetujui peminjaman untuk transaksi tersebut.
Sistem S-400 diperkenalkan pada 2007 dan dapat mengangkut 3 jenis misil, mampu menghancurkan target di daratan maupun udara, termasuk rudal balistik dan rudal jelajah. S-400 juga dapat melacak dan menarget hingga 300 sasaran secara bersamaan, dan memiliki ketinggian langit-langit 27 kilometer.