Rhany Chairunissa Rufinaldo
20 Februari 2019•Update: 20 Februari 2019
Sevil Celik dan Nurettin Coskun
ANKARA
Presiden Turki mengatakan bahwa Turki tidak akan mampu menghadapi potensi gelombang migrasi baru sendirian, Selasa.
Berbicara pada Konferensi Tingkat Menteri soal Proses Budapest tentang Migrasi ke-6 di Istanbul, Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa membangun tembok yang lebih tinggi dengan kawat berduri bukanlah cara untuk mencegah migrasi ilegal.
"Ada sekitar 260 juta migran, lebih dari 68 juta orang terlantar dan lebih dari 25 juta pengungsi di seluruh dunia," ujar Erdogan.
"Turki telah menghabiskan lebih dari USD37 miliar dari sumber daya nasionalnya sendiri untuk melindungi para pengungsi," tambah dia.
Menyinggung soal tuduhan dugaan genosida terhadap Armenia, Erdogan mengatakan Turki akan menyerahkan masalah itu kepada para sejarawan, terlepas dari propaganda yang menyebar di negara-negara barat.
Dia menegaskan bahwa Turki tidak pernah melakukan genosida dalam sejarahnya.