Hayati Nupus
30 Juli 2018•Update: 31 Juli 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Pemerintah tengah mengindentifikasi kerusakan infrastruktur akibat gempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter yang mengguncang Lombok, Bali dan Sumbawa.
Identifikasi ini sesuai instruksi Presiden RI Joko Widodo seusai menggelar rapat terbatas dampak gempa tersebut di Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, kemarin.
“Kita harapkan sore atau besok pagi sudah terorganisasi untuk turun semuanya sehingga dari pusat, dari provinsi, dan dari kabupaten bisa bergerak bersama-sama,” ujar Joko Widodo.
Berdasarkan laporan yang masuk ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, infrastruktur bidang sumber daya air di Pulau Sumbawa dalam kondisi baik. Terutama sembilan bendungan yang telah ada, yaitu Bendungan Batu Jai, Pengga, Pandanduri dan Suwangi di Pulau Lombok dan Bendungan Batu Bulan, Mamak, Tiu Kulit, Gapit, Pelaparado dan Sumi.
Tiga bendungan yang sedang dalam tahap konstruksi pun dalam kondisi aman, yakni Bendungan Bintang Bano, Tanju dan Mila.
“Demikian halnya dengan jaringan jaringan irigasi primer, sekunder dan tersier dilaporkan dalam kondisi operasional,” ujar Menteri Basuki Hadimuljono, dalam siaran pers, Senin.
Begitu pula, tak ada jalan nasional di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa yang terputus akibat gempa tersebut.
Namun pemerintah mencatat terdapat satu jembatan Kokok Koangan di ruas Jalan Pamenang-Bayan KM 70+700, Lombok Utara turun 5 cm, namun masih layak dilalui kendaraan roda 4.
Pemerintah juga mencatat terdapat 398 rumah rusak berat dan 360 rumah rusak ringan. Rumah rusak terutama di Lombok Timur bagian Utara.
Hari ini tim Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Balitbang Kementerian PUPR akan berangkat menuju Pulau Lombok untuk memastikan kebutuhan seperti air bersih dan sanitasi tercukupi bagi pengungsi.
Gempa berkekuatan 6,4 skala richter mengguncang Lombok, Bali dan Sumbawa pada Minggu kemarin pukul 05.47 WIB. Hingga hari ini gempa susulan terjadi lebih dari 200 kali.