Hayati Nupus
02 Juli 2018•Update: 02 Juli 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat bahwa Gunung Agung, Bali, mengalami tiga kali erupsi berturut-turut, Senin.
Kepala PVMBG Kasbani mengatakan erupsi itu terjadi pada pukul 06.19 WITA, 06.41 WITA dan 06.55 WITA dengan ketinggian masing-masing 2.000 meter, 1.000 meter dan 700 meter dari atas puncak.
“Gunung api tampak jelas hingga tertutup kabut, teramati emisi gas berwarna putih dengan intensitas tipis,” kata Kasbani, Selasa.
PVMBG juga mencatat Gunung Agung mengalami 11 kali gempa hembusan dan dua tempa tektonik jauh hari ini.
PVMBG merekomendasikan agar masyarakat tidak beraktivitas di dalam radius empat kilometer dari kawah Gunung Agung.
“Zona perkiraan bahaya ini sifatnya dinamis, terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan data pengamatan Gunung Agung,” kata Kasbani.
Menyoal kode VONA, Kasbani mengatakan saat ini berwarna Orange, erupsi pukul 06.19 WITA pagi ini dengan ketinggian kolom abu maksimal 5142 meter atau 2000 meter dari atas puncak. Sementara itu, angin bertiup ke arah barat.
Sejak 10 Februari lalu, PVMBG menurunkan status Gunung Agung dari Awas menjadi Siaga.
Kasbani menekankan jika status Siaga ini hanya berlaku di dalam radius empat kilometer dari puncak.
“Di luar area tersebut aktivitas dapat berjalan normal dan masih tetap aman, namun harus tetap menjaga kewaspadaan,” ujar Kasbani.