Pizaro Gozali İdrus
19 Desember 2017•Update: 20 Desember 2017
Pizaro Gozali İdrus
JAKARTA
Indonesia belum berencana memindahkan Kedutaan Besar (Kedubes) Indonesia untuk Palestina ke Yerusalem Timur.
Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia A.M Fachir mengatakan Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel yang menguasai wilayah Tepi Barat di mana Yerusalem berada.
“Jadi tidak mungkin kita membuka Kedubes di Yerusalem Timur,” ujar Fachir di Jakarta, Selasa.
Fachir mengatakan saat ini Indonesia sudah mendirikan konsul kehormatan di Ramallah sebagai pusat pemerintah Palestina.
Status Yerusalem dalam hukum internasional juga masih dinegosiasikan antara Palestina dan Israel. Hal ini menyulitkan Indonesia membuka Kedutaan di Yerusalem.
“Jadi kita harus sesuai dengan ketetapan Dewan Keamanan PBB,” terang Fachir.
Saat ini, Kedubes Indonesia di Palestina dirangkap oleh Kedubes Indonesia untuk Yaman.
November lalu, Dubes Indonesia untuk Yordania Andy Rachmianto telah menyerahkan Surat Kepercayaan (Letter of Credence) kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Yordania.
Dengan diserahkannya surat ini, maka Andy Rachmianto secara resmi dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Palestina.