Hayati Nupus
16 April 2018•Update: 16 April 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Indonesia dan Jepang membahas kemajuan serta rencana kerja 2018 terkait gunung api dalam Joint Coordinating Committee (JCC), Senin, di Jakarta.
Kedua negara membahas beragam tema terkait gunung api. Seputar instalasi alat monitoring gunung api, lahar, sekaligus radar, model peringatan dini, simulasi erupsi, hingga sistem pendukung keputusan peringatan dini gunung api.
Kepala PVMBG Kasbani mengatakan kerja sama antara Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) ini berupa studi multibencana yang disebabkan oleh erupsi gunung api.
Kerja sama ini berlangsung sejak 2015 hingga 2019 dan berlokasi di gunung api Semeru, Kelud, Merapi, Galunggung, Guntur dan Sinabung.
“Banyak kemajuan yang diperoleh kedua belah pihak selama kerja sama yang berlangsung empat tahun ini,” ujar Kasbani, Senin, dalam siaran pers yang diterima Anadolu Agency.
Dari Indonesia, berbagai lembaga terlibat dalam proyek ini, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), berbagai kampus dan pusat penelitian.
Sedang dari Jepang, rapat ini dihadiri oleh Kepala Sakurajima Volcano Research Center Masato Iguchi dan berbagai perwakilan universitas di Jepang.