Erric Permana
10 Agustus 2018•Update: 11 Agustus 2018
Erric Permana
JAKARTA
Presiden RI Joko Widodo menyatakan terbuka dengan bantuan dari negara lain untuk wilayah Nusa Tenggara Barat yang rusak karena bencana gempa 7 skala richter pada pekan lalu.
Namun, dia memastikan Pemerintah Indonesia masih mampu mengatasi pembangunan kembali rumah masyarakat yang rusak akibat gempa itu.
“Ya kita terbuka menerima bantuan karena masyarakat di sana memerlukan,” ujar Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta pada Jumat.
Presiden berencana untuk mengunjungi Lombok pada Selasa pekan depan. .
Sebelumnya, Lembaga amal Turki Humanitarian Relief Foundation (IHH) memberi bantuan kepada Indonesia, di wilayah yang terserang gempa pada Minggu.
Lembaga yang berbasis di Istanbul tersebut membagikan perlengkapan pertolongan pertama, makanan, air bersih, selimut, pakaian dan tenda di wilayah timur Pulau Lombok, menurut IHH melalui pernyataannya pada Rabu.
Pada Minggu, gempa berkekuatan 7 SR mengguncang kepulauan Lombok. Gempa berpusat di sebelah timur laut Kota Mataram di Lombok -- sebuah daerah wisata populer -- 15 kilometer di bawah tanah, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Selain itu, Korea Selatan memberikan bantuan sebesar USD 500.000 untuk korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Bantuan tersebut disampaikan langsung oleh Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom kepada Palang Merah Indonesia (PMI) pada Jumat.
“Saya mewakili pemerintah Korea untuk memberikan bantuan darurat bagi para korban,” kepada Kim di kantor PMI Jakarta.
Kim berharap sumbangan ini bisa membantu rehabilitasi di daerah-daerah terdampak gempa.
“Saya harap Indonesia bisa menghadapi tantangan besar ini dan Lombok dapat kembali pulih,” jelas Kim.